PATI –Kompasnewsjateng . Com – Polisi dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati terus melakukan langkah pencegahan kebakaran kapal di wilayah perairan Juwana./Juwana kabupaten Pati Jawa Tengah, Melalui inovasi SIPOLACEKAL (Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal), petugas rutin menyambangi kapal dan pekerja yang melakukan pekerjaan panas di sekitar dermaga.
Patroli dan imbauan tersebut dilakukan Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Dermaga depan Masjid Bajomulyo, Juwana. Petugas menyasar pekerja las, gerinda maupun pertukangan yang aktivitasnya berpotensi menimbulkan percikan api.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M. mengatakan pencegahan dilakukan sejak dini, terutama saat pekerjaan pengelasan atau penggerindaan dilakukan di dekat kapal yang sedang tambat labuh.
“Percikan api dari pekerjaan panas bisa menjadi sumber kebakaran apabila tidak diawasi dengan baik. Karena itu kami hadir untuk memberikan imbauan sekaligus memastikan pekerja menyiapkan peralatan untuk mengantisipasi apabila terjadi percikan api,” ujar Kompol Hendrik.
Dalam patroli tersebut, petugas juga mengingatkan anak buah kapal (ABK) dan pekerja agar mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di atas kapal maupun di kawasan dermaga.
Petugas meminta setiap pekerjaan pengelasan dan penggerindaan dilakukan dengan memperhatikan jarak aman dari material yang mudah terbakar. Pekerja juga diminta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), karung goni yang dibasahi, serta Alkon atau pompa air sebagai langkah antisipasi dini.
“Tidak hanya saat pekerjaan berlangsung, setelah pengelasan selesai juga harus dilakukan pengecekan kembali. Pastikan tidak ada bara api atau sumber panas yang masih tersisa,” tegasnya.
Selain bahaya dari pekerjaan panas, polisi mengingatkan para pekerja dan ABK agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi cuaca yang terik dan musim kemarau panjang membuat potensi kebakaran semakin besar.
Patroli dipimpin langsung Kompol Hendrik Irawan bersama Wakasat Polairud AKP Budi Santoso, S.T., M.H., AIPDA Sutrisno, AIPDA Joni Ely. F., S.E., Bripka Adi Lufianto dan Bharaka M. Habibullah.
Dari hasil pemantauan, aktivitas pekerjaan panas di lokasi berjalan aman. Pekerja juga telah menyiapkan APAR, karung goni basah dan Alkon sebagai perlengkapan antisipasi kebakaran. Imbauan yang disampaikan petugas diterima dengan baik.
Kompol Hendrik menambahkan, SIPOLACEKAL akan terus dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan kebakaran kapal bukan hanya tugas petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh pekerja dan awak kapal.
“Kami mengajak seluruh pekerja dan ABK untuk tidak menganggap remeh api sekecil apa pun. Lebih baik mencegah sejak awal daripada kebakaran terjadi dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.
Masyarakat maupun pekerja kapal yang membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan dan keselamatan dapat menghubungi Call Center Polri 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan atau informasi kepada kepolisian. ( is )






