
PATI, Kompasnewsjateng.com – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang terstruktur menjadi kunci keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada 60 bendahara KDKMP dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Pati, dalam kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi di Hotel Safin Pati, Senin (2/11/2026).
Chandra meminta para bendahara memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan integritas agar koperasi dapat dikelola secara profesional.
“KDKMP tidak akan berjalan dengan baik apabila keuangannya tidak terstruktur dengan baik. Karena itu, bendahara harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Chandra.
Ia menjelaskan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, dan Kampung Nelayan, memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi.
“Saudara-saudara ini merupakan orang-orang pilihan dari masing-masing desa. Kalian dipercaya menjadi bendahara karena dinilai memiliki integritas yang baik. Maka, kepercayaan itu harus dijaga,” ujarnya.
Chandra juga meminta peserta memperdalam pemahaman mengenai ketentuan perpajakan, terutama dalam mengidentifikasi transaksi barang dan jasa yang dikenai maupun tidak dikenai pajak.
Ia menyebut seluruh peserta merupakan wajib pajak sehingga tidak perlu merasa takut untuk mempelajari kewajiban perpajakan.
“Jangan takut dengan pajak. Yang penting, pahami mana barang atau transaksi yang dikenai pajak dan mana yang tidak. Nanti Kepala KPP Pratama Pati akan menjelaskan lebih detail,” ungkapnya.
Selain memahami regulasi, para bendahara diminta terus meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan kreativitas dalam menjalankan tugas.
Chandra mengingatkan agar kreativitas tersebut diarahkan untuk menggali potensi ekonomi desa, bukan justru disalahgunakan.
“Kreatif itu boleh, tetapi kreatifnya jangan kreatif yang nakal. Kembangkan potensi yang ada di desa masing-masing agar koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Ia menekankan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda formalitas. Peserta harus memanfaatkan seluruh rangkaian coaching untuk meningkatkan kompetensi, termasuk mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi pada akhir kegiatan.
“Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Nanti ada tes di akhir kegiatan. Kalau dari awal menyimak dan belajar dengan baik, saya yakin tesnya tidak sulit,” kata Chandra. (HMS – Komoasnewsjateng.com)





