Disebut Pemecah Suara Dua Koalisi Besar di Pilbup Pati, DPW PPP Jateng Enggan Komentari 

PATI, Kompasnewsjateng.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pati, Minggu 15 September 2024 di Hotel Safin Pati. Pada kunjungan tersebut, DPW PPP bersama DPC PPP melakukan konsolidasi kemenangan Budiono dan Novi Eko Yulianto sebagai calon bupati dan wakil bupati Pati periode 2024-2029.

Munculnya pasangan baru ini seringkali disebut poros ketiga. Sebab sebelumnya, santer diberitakan bahwa PPP Pati bersama dengan koalisi Gerindra, Nasdem, dan Golkar akan bersama-sama mengusung Sudewo-Chandra.

Kemunculan poros ketiga ini juga disinyalir disengaja untuk merusak perolehan suara Sudewo-Chandra ataupun Wahyu-Suharyono yang diusung oleh PDI-P, Demokrat, dan PKS. Menanggapi isu ini, Wakil Ketua DPW PPP Jateng Istajib enggan berkomentar banyak.

“Ndak usah saya tanggapi. Yang seperti itu tidak usah,” ujarnya kepada wartawan.

Disinggung soal target suara Budi-Novi, Istajib justru mentargetkan tidak lebih dari 50 persen. Hal ini justru berbeda jauh dengan pasangan Sudewo-Chandra yang optimis bisa meraup 80 persen kemenangan. Ataupun pasangan Wahyu-Suharyono yang didukung mantan Bupati Haryanto.

“Di Pati kan ada tiga calon. Paling tidak kami dapat 45-50 persen suara,” imbuhnya.

Ketua Desk Pilkada PPP Pati, Suwito

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PPP Pati Suwito, mewanti-wanti wartawan untuk tidak menggoreng berita soal adanya poros baru ini. Pasalnya, dirinya sebelumnya santer akan mendukung Sudewo-Chandra dan bahkan turut mengantarkan Sudewo-Chandra saat mendaftar ke KPU Pati untuk menjadi pasangan calon bupati.

“Yang kena dampaknya kita juga, bilangnya kita dapat duit, kami main akrobat untuk memecah suara. Jangan ditanyakan lagi, itu sudah lewat,” kata Suwito. (is)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *