PATI –Kompasnewsjateng.com – Komisi C DPRD menegaskan bahwa anggaran kegiatan Focus Group Discussion (FGD) khusus wartawan tidak dihapus, bahkan justru berpotensi untuk ditambah. Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD, Joni Kurnianto,di Aula Diskominfo. Menanggapi perubahan frekuensi FGD yang saat ini hanya digelar tiga bulan sekali.
Menurut Joni, pada tahun-tahun sebelum 2025, FGD wartawan rutin dilaksanakan setiap bulan. Namun sejak 2025 hingga sekarang, pelaksanaannya justru berubah menjadi hanya empat kali dalam setahun.
“Bukan anggaran itu dihilangkan, justru ada pertimbangan nanti bisa dibikin tambah. Ini akan dibahas oleh teman-teman DPRD, khususnya Komisi C, terkait kemungkinan penambahan anggaran,” ujar Joni Kurnianto.
Ia menegaskan, Komisi C mendorong agar FGD khusus wartawan kembali dilaksanakan satu bulan sekali, seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Nanti dibikin satu bulan sekali, tidak satu tahun empat kali. Dari pihak Komisi C menganggarkan kalau bisa seperti tahun-tahun kemarin, satu bulan sekali ada pertemuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Joni menjelaskan bahwa FGD wartawan tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung publikasi dan komunikasi publik pemerintah daerah.
“FGD itu bukan hanya diskusi. Ada kontribusi untuk publikasi kegiatan Pemkab, kegiatan Pak Bupati, Wakil Bupati, BPBD, Basarnas, semua itu ada kontribusi pemberitaan. Kalau dihitung dari segi keuangan, sebenarnya tidak sepadan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD baru mengetahui secara detail terkait perubahan frekuensi dan mekanisme anggaran kegiatan tersebut.
“DPRD baru tahu soal ini,” ungkapnya.
Komisi C DPRD pun berkomitmen mengupayakan agar FGD khusus wartawan kembali berjalan rutin setiap bulan demi memperkuat sinergi informasi, transparansi publik, serta kualitas pemberitaan.
“Kita upayakan kembali ke satu bulan sekali ada pertemuan FGD,” pungkas Joni. ( ADV )






