
PATI, Kompasnewsjateng.com – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muslihan, mengingatkan kepada para petani untuk tidak lagi menanam padi jelang datangnya musim kemarau tahun 2026 ini.
Pasalnya, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG menyebut di pertengahan tahun 2026 ini musim kemarau akan lebih panjang ketimbang tahun 2025.
Ditambah, peralihan musim yang saat ini sedang terjadi dikhawatirkan akan mengurangi intensitas hujan yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air di lahan persawahan.
Muslihan menilai areal persawahan di Kabupaten Pati khususnya di bagian selatan cukup ditanami dua kali dalam setahun. Sehingga setelah musim tanam kedua ini selsai antara bulan Mei-Juni, para petani diminta untuk berganti tanaman ke palawija seperti kacang-kacangan atau jagung yang tidak terlalu membutuhkan banyak air.
“Setiap tahun petani kita dihadapkan pada masalah kekeringan. Ini tentu sangat memukul perekonomian mereka. Kami berharap ada kesediaan air seperti sumur-sumur yang disediakan oleh pemerintah,” pintanya.
Lebih lanjut, Muslihan berharap agar pemerintah daerah dapat menyediakan infrastruktur pendukung ketersediaan air, seperti pembangunan sumur-sumur air di titik-titik strategis lahan pertanian yang rawan kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
“Ini akan sangat membantu petani untuk tetap bisa mengairi sawah mereka meskipun musim kemarau datang,” terangnya.
Ia berharap aspirasi masyarakat petani dapat segera direspon dan ditindaklanjuti demi kesejahteraan bersama. Pemerintah Kabupaten Pati diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk menjawab tantangan kekeringan yang dihadapi para petani setiap tahunnya. (ADV)






