
PATI, Kompasnewsjateng.com – Sebanyak tiga desa di Kecamatan Gabus Pati, yaitu Desa Babalan, Mintobasuki, dan Plumbungan dinobatkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026. Mengusung tema “Bersama Membangun Desa untuk Kemajuan Bersama” pencanangan Desa Cantik diharapkan bisa memberikan data faktual untuk perencanaan pembangunan desa.
Yul Ismardani selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pati, dalam sambutannya menyampaikan, penguatan informasi berbasis data harus diperkuat melalui desa sebagai lembaga pemerintahan paling dasar.
Sehingga nantinya dalam perencanaan pembangunan, data yang diperoleh dari desa bisa dijadikan acuan bagi pemerintah sebelum melaksanakan pembangunan daerah.
“Program pembinaan desa cantik merupakan program nasional dimana pembangunan harus dimulai dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Hal ini selarasa dengan tujuan Pemkab Pati. Pada umumnya desa masih menjadi objek bagi pemanfaatan data,” kata kepala BPS Pati.
Pentingnya data di desa ini juga didasari kesulitan dalam mengakses data di kementerian.
Sementara itu dalam sambutannya, Plt Bupati Risma Ardhi menambahkan, pendataan dari BPS didorong untuk menyajikan informasi di desa. Mulai dari pertanian hingga ekonomi, guna merencanakan rencana pembangunan.
“BPS sedang melakukan pendataan potensi desa untuk mengukur kekuatan masing-masing kekuatan desa. Mulai sosial ekonomi ketahanan pangan infrastruktur dan data yang lain,” kata Plt Bupati.
Dicontohkan Chandra adalah data pertanian dalam mengusulkan bantuan pompanisasi dan pembangunan jaringan irigasi yang sebelumnya telah disampaikan ke Kementerian Pertanian.
Data semacam inilah yang dijadikan acuan bagi pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang telah direncanakan.
“Data ini adalah sesuatu yang sangat penting dan utama untuk pembangunan berkelanjutan. Karena kita ketahui seperti kemarin kita di Kementerian Pertanian, kota ditodong pak menteri tambahan pompanisasi dan saluran irigasi. Kalau kita tidak siap data, otomatis kita tidak bisa menekan data akurat rencana pembangunan,” tandasnya. (IS)






