
PATI, Kompasnewsjateng.com – Ribuan nelayan melakukan aksi damai di depan kantor bupati Pati, Senin 4 Mei 2026. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan BBM subsidi khusus untuk para nelayan di tengah kenaikan harga BBM jenis solar yang mencapai Rp27 ribu per liternya.
Perwakilan nelayan, Eko Budiono, menyampaikan bahwa nelayan mendukung program ketahanan pangan namun harga bahan bakar minyak (BBM) yang mahal menyebabkan nelayan sangat kesulitan sehingga tidak bisa melaut.
Diketahui, harga BBM nonsubsidi mencapai Rp27.000 per liter yang dinilai memberatkan nelayan. Oleh karena itu, kata Eko, nelayan mendesak Pemkab Pati mengawal agar pemerintah pusat menetapkan harga BBM khusus nelayan diharga Rp13.500 atau setengah dari harga BBM non subsidi.
“Kami mendukung dan mendorong pemerintah menetapkan harga bbm khusus nelayan atau perikanan di atas 30 GT dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp13.600 atau maksimal dua kali lipat harga subsidi saat ini,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berjanji mengawal aspirasi masyarakat nelayan ke pemerintah pusat.
Chandra menyebut sudah menyampaikan ikhwal harga BBM khusus industri perikanan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kalau misal ini belum ditanggapi pemerintah pusat, kami akan ikut bersama bapak-bapak semua untuk datang ke pusat untuk mendapatkan harga BBM yang sesuai dengan kondisi nelayan, supaya bisa disesuaikan,” tuturnya.
Ketua DPRD Pati Ali Badrudin bersama jajaran, yang datang langsung menemui ribuan massa menyampaikan komitmennya dalam mengawal apa yang menjadi aspirasi dari para nelayan.
“Kami jajaran DPRD mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan nelayan yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai dan kondusif,” kata Ali Badrudin.
Pihaknya juga telah bersama-sama menandatangani surat dari para nelayan yang akan disampaikan ke KKP. (IS)






