PATI –Kompasnewsjateng.com – Warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di Embung Terpus pada Senin (4/5/2026) pagi. Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang petani yang tengah beraktivitas di ladang tak jauh dari lokasi.
Saksi bernama Rebo (67), warga setempat, awalnya melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan embung. Karena penasaran, ia mendekat dan memastikan bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat, Sujiyono (44), yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Kayen.
Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Kayen langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Kayen, AKP Parsa, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, termasuk mengidentifikasi korban dan memeriksa para saksi di lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan, kami segera mendatangi TKP dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian, termasuk pendataan saksi serta evakuasi korban,” ujar AKP Parsa saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Pati untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
“Korban sudah kami evakuasi ke RSUD Soewondo untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” jelasnya.
AKP Parsa juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, pada Sabtu (2/5/2026) malam, warga sempat menemukan ceceran darah di sekitar lokasi embung tersebut. Temuan ini kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat kepolisian.
“Kami sedang mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara penemuan mayat dengan ceceran darah yang sebelumnya ditemukan di sekitar lokasi. Semua masih dalam tahap penyelidikan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap peristiwa tersebut secara terang benderang. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap tenang menunggu hasil resmi dari penyelidikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Serahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian,” tegas AKP Parsa.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Layanan kepolisian dapat diakses melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam.
“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan hal mencurigakan, segera hubungi layanan kepolisian di nomor 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. ( is )






