
BLORA, Kompasnewsjateng.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora untuk mendapatkan pendanaan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk percepatan perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro di Blora, Minggu, mengatakan ketiga ruas jalan yang diusulkan meliputi Jalan Singget–Doplang–Cepu sepanjang 7,5 kilometer, Kunduran-Ngawen sepanjang 8 kilometer, dan Todanan-Ngawen sepanjang 11 kilometer.
“Saat ini ketiga ruas jalan tersebut sudah kami input dalam usulan IJD. Kami juga melakukan komunikasi dengan anggota Komisi V DPR RI agar usulan tersebut dapat menjadi prioritas dalam realisasinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam penanganan jalan provinsi di Blora.
Tahun ini, kata dia, alokasi anggaran yang tersedia untuk ruas jalan yang akan ditangani sekitar Rp5,276 miliar dan dalam waktu dekat akan segera dilelang.
Menurut dia, anggaran tersebut hanya mampu membiayai pekerjaan sepanjang kurang lebih 500 meter karena adanya kenaikan harga material konstruksi dan kebutuhan pelebaran badan jalan masing-masing 50 sentimeter di sisi kanan dan kiri.
Karena adanya kenaikan harga material dan kebutuhan pelebaran jalan, anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk penanganan sekitar 500 meter,” ujarnya.
Di tengah upaya tersebut, kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Blora kembali mencuat.
Pada Minggu (31/5), sejumlah warga menggelar aksi protes di ruas jalan Randublatung-Cepu, dengan menimbun lubang menggunakan tanah grosok, menanam pohon pisang dan pepaya di tengah jalan, serta membentangkan simbol kartu kuning sebagai bentuk peringatan kepada Pemprov Jateng. (IS)






