
PATI, Kompasnewsjateng.com – Salah satu calon Kadus terpilih Selamet Riyadi Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati Jawa Tengah, dapat intimidasi dari Kepala Desa Sudarmono untuk mengundurkan diri dari Kaur Kesra. Rabu, 6/11/2024.
Hasil pengumuman penyekoran dilakukan di Kantor Desa Tawangharjo, Selamet Riyadi mendapatkan peringkat ranking 1 dari skor ujian tertulis 42,7 dan skor pengabdian 30 jadi total skor 72,7.
Tiba-tiba, Selamet Riyadi kepada media ini mengaku saat kerja di wilayah Juwana didatangi 3 Kepala Desa. 1. Kepala Desa Tawangharjo Sudarmono, Kepala Desa Kepoh Kencono dan Kepala Desa Jatimulyo diminta untuk mengundurkan diri dan akan diberi uang 200 juta rupiah.
“Saat kami kerja, di telephon Kepala Desa Sudarmono tanya keberadaan saya, saya menjawab lagi kerja, kemudian Kepala Desa bilang kalau sudah ada didepan pabrik saya bekerja ingin ketemu. Kemudian kami bertemu di sebuah Caffe dekat pabrik tempat saya kerja. Saat bertemu itulah saya diminta untuk mengundurkan diri dari Kaur Kesra dan akan diberi uang 200 juta rupiah, tetapi saya tidak mau,”katanya.
“Kemudian setelah pulang, saya datang kerumah Kepala Desa tetapi tidak ada. Saat menunggu, saya mendapat pesan WhatsApp dari kepala desa kalau ditunggu di punden Singo Padu Nguren Rejo. Ditempat tersebut, karena banyak tekanan saya disuruh membuat surat pengunduran diri dan uang tersebut diberikan saya,”ujar Selamet Riyadi.
Akhirnya warga mendengar peristiwa tersebut, sehingga salah satu saudaranya bersama warga, Rabu, 6/11, pukul, 21.30 Wib, menggeruduk rumah kepala desa.
Sampai berita ini terbit, sangat antusiasnya warga baik itu orang tua maupun anak remaja masih bergerombol di jalan-jalan dan dirumah Selamet Riyadi teringat merasa simpati untuk mendukung agar mereka yang menduduki di singgah sana. ( is )






