Langkah Darurat Pasca Banjir, DPUTR Pati Mulai Lakukan Penanganan Tanggul Jebol Secara Semi Permanen

PATI, Kompasnewsjateng.com – Hujan intensitas tinggi yang mendera Kabupaten Pati berakibat datangnya bencana banjir. Banjir tersebut tampak merusak sejumlah infrastruktur, termasuk tanggul yang berada di tepi aliran sungai viral.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto menjabarkan lokasi tanggul yang mengalami kerusakan ada 7 titik. Semua ini diakibatkan adanya banjir bandang yang deras datang beberapa waktu lalu.

“Kemarin ada beberapa lokasi tanggul jebol seperti di Bulumanis Kidul, dan beberapa tanggul di Margoyoso. Kemudian ada di Ngurenrejo, Ngurensiti, Pagerharjo, mungkin total ada sekitar 7 sampai 8 tanggul yang mengalami kerusakan,” ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam hal menangani tanggul ini berlangsung cepat lantaran sifatnya darurat. DPUTR Kabupaten Pati pun melakukan perbaikan secara manual untuk menangani tanggul yang jebol.

Widyo menerangkan jika perbaikan dilakukan secara semi permanen. Pihaknya menambal tanggul yang jebol dengan karung berisi pasir, tanah, dan genteng, serta diberi penguat berupa trucuk bambu.

“Sistem perbaikan pakai karung berisi pasir, tanah, genteng, dan trucuk bambu. Masih manual, belum permanen karena sifatnya darurat, kita pakai itu,” paparnya.

Ia mengungkapkan perbaikan infrastruktur tanggul rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Pati diambilkan dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT). BTT itu dialokasikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang urgensinya tinggi untuk ditangani.

“Anggarannya nanti kalau ada perubahan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang urgent berapa lewat BTT (Biaya Tidak Terduga),” ungkap Widyo.

Ia mengaku perbaikan tanggul secara semi permanen belum dapat dipastikan mampu bertahan lebih dari setahun. Sehingga ke depannya, DPUTR Kabupaten Pati akan segera menangani tanggul yang rusak itu secara permanen.

“Semoga mampu menahan di tengah hujan yang intensitasnya tinggi. Kalau dalam jangka waktu 2-3 tahun harus permanen, kalau jangka waktu 1 tahun selama tidak ada material lain seperti kayu-kayu dari banjir, saya kira masih mampu bertahan,” terangnya.

Diketahui, banjir bandang yang menghancurkan tanggul-tanggul di wilayah Bumi Mina Tani lantaran banjir tersebut membawa sampah berukuran tak lazim. Sampah-sampah itu berupa bongkahan kayu, bongkahan bambu, bahkan bongkaran akar.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memprioritaskan tanggul yang dekat permukiman penduduk untuk dibenahi secara permanen. Selanjutnya, pihak DPUTR Kabupaten Pati memperbaiki tanggul rusak yang berada di lokasi lainnya.

“Kemungkinan dekat permukiman permanen diperbaiki, yang dekat sawah nanti. Kemarin ada dana dari BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana) untuk perbaikan permanen Rp 45 miliar, itu keseluruhan. Kita buat skala prioritas yang mana,” tutup Widyo. (IS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *