
PATI, Kompasnewsjateng.com – Kabupaten Pati masuk sebagai salah satu nominator penerima penghargaan Innovative Government Award 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Hal itu diungkapkan Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko, usai melakukan presentasi di hadapan dewan juri pada Selasa (29/10) di Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung A Lt. 3 Kemendagri dan Command Center BSKDN Kemendagri.
“Se-Indonesia hanya ada 22 kabupaten yang masuk nominasi, dan hari ini masuk ke tahap presentasi”, ujar Sujarwanto saat diwawancarai.
Pada sesi presentasi, selain memaparkan inovasi, Sujarwanto juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan dari tim penilai.
Adapun tim penilainya terdiri atas Prof. Warsito, Ph.D (Deputi V Kemenko PMK), Dr. Otok Kuswandaru, S.Sos. M.Si. CIPA (Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPANRB), Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., M.U.P., Ph.D. (Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI), dan Titin Rosmasari (Direktur Utama CNN Indonesia).
Sujarwanto menyampaikan paparan selama 15 menit, setelah itu, di 15 menit berikutnya, dua orang tim penilai menyampaikan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab langsung oleh Pj Bupati Pati.
Dalam paparannya, Sujarwanto yang hadir bersama Kepala Bapperida Muchtar dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia, menerangkan bahwa inovasi daerah ditetapkan setiap tahunnya oleh Bupati dengan Keputusan Bupati.
Pj Bupati juga menjelaskan tentang adanya klinik inovasi, desk dan pendampingan inovasi daerah secara rutin ke perangkat daerah, UPTD dan masyarakat.
“Dan untuk menumbuhkembangkan inovasi daerah maka setiap tahun dilaksanakan lomba inovasi daerah dan lomba Krenova (Kreativitas dan Inovasi) Pati Innovation Award”, tuturnya.
Adapun untuk melindungi inovasi daerah yang berasal dari masyarakat, pihaknya mengaku melakukan fasilitasi pengurusan Kakayaan Intelektual (KI).
“Kemudian dalam rangka menyebarluaskan inovasi daerah maka dilakukan pula sosialisasi, Bimtek dan penerbitan Jurnal”, tambahnya.
Bapperida Kabupaten Pati, imbuh Sujarwanto, memiliki Jurnal Litbang dengan akreditasi Sinta 3, dan terbit dua kali setiap tahunnya.
Meski menurut Sujarwanto, Pati memiliki ratusan inovasi, namun dalam paparannya Pj Bupati memilih untuk memaparkan dua inovasi unggulan daerah yakni BERDENTING dan SIJAKAPATI.
“Inovasi BERDENTING dilakukan dengan cara merujuk balita stunted untuk diperiksa oleh dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi klinik dan psikolog”, terang Sujarwanto.
Melalui Inovasi BERDENTING, lanjut Pj Bupati, akan didapatkan data balita stunting yang sesuai dengan definisi operasionalnya.
“Karena inovasi BERDENTING merupakan inovasi baru yang belum pernah dilaksanakan di kota atau kabupaten lain”, tegas Sujarwanto. (is)






