
PATI, Kompasnewsjateng.com – Salah satu bentuk tradisi yang masih cukup sering dijumpai di pedesaan adalah. Tradisi Walimatul Tansiyah atau istilah orang jawa “Krayan” yang ada di desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah adalah salah satunya.
Sabtu 7 September 24 sebar sebar uang, tradisi ini diadakan dalam rangka acara syukuran melahirkan anak dengan cara menyebar uang. Tradisi ini sendiri diyakini sudah sejak nenek moyang.
Sebelum acara sebar-sebar uang, dilantunkan do’a terlebih yang diikuti antusiasme para ibu-ibu serta anak-anak yang bersukariya merebutkan uang yang diisebar-ebarkan dari atas atap genteng oleh tuan rumah yang mempunyai hajat.
Hasilnya pun bervariatif, ada yang mendapatkan uang recehan dan ada yang mendapat 8000 ribu rupiah bahkan ada yang mendapatkan 75, 000 ribu rupiah.
Tradisi Walimatul Tasmiyah atau istilah orang Jawa menyebut ” Krayan” memang sudah sejak nenek moyang dulu turun temurun merambah hingga saat ini, makna Krayan sendiri intinya kita bersyukur pada Allah yang telah memberikan Rezki seorang anak Laki laki yang ke dua telah lahir atas nama Muhamad Zayan Arafat dengan selamat, kami sekeluarga mengadakan syukuran mengumpulkan warga sekitar untuk acara hajatan dan menyebar uang receh yang merupakan tradisi sejak dulu kala. Tujuannya agar kami di berikan Rezki yang melimpah ruah, kesehatan, kebahagiaan pada sang pencipta, kelak anak kami diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, sayang kepada kedua orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa,” Pungkas Wahid. (is)






