PATI – Kompasnewsjateng . Com – Angin puting beliung menerjang Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Satu rumah warga roboh dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian genteng. Personel Polresta Pati bersama warga bergerak melakukan evakuasi dan gotong royong membantu masyarakat terdampak, Senin (14/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu cuaca di wilayah Desa Bodeh dalam kondisi cerah. Namun secara tiba-tiba angin kencang datang dari arah timur dan berlangsung sekitar lima menit hingga menyebabkan sejumlah kerusakan pada rumah warga.
Rumah milik Sadin dilaporkan roboh akibat diterjang angin kencang. Sementara rumah milik Heri Supriyanto mengalami kerusakan pada bagian genteng hingga rontok. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah mendapat informasi dari warga, piket siaga Polsek Pucakwangi langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. Kegiatan penanganan dipimpin Kapolsek Pucakwangi AKP Dwi Kristiawan, S.H., bersama Waka Polsek Pucakwangi Ipda Hartono, KBO Sat Samapta Polresta Pati Ipda Priyono, S.H., dan Kasubnit Ton 1 Aiptu Suroso.
Sebanyak 17 personel Sat Samapta Polresta Pati dan 10 personel Polsek Pucakwangi diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan gotong royong bersama warga. Personel membantu membersihkan material bangunan serta melakukan penanganan terhadap rumah yang terdampak.
Kapolresta Pati melalui Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi, S.H., mengatakan kehadiran personel merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kami langsung bergerak membantu warga setelah mendapat informasi kejadian. Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dirasakan, terutama ketika warga sedang membutuhkan pertolongan,” kata Kompol Ali Mahmudi.
Menurut Kompol Ali Mahmudi, penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga dan personel.
“Personel membantu melakukan evakuasi serta membersihkan material yang mengganggu aktivitas warga. Kami tetap mengedepankan keselamatan dalam setiap proses penanganan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian dalam membantu mempercepat pemulihan setelah bencana.
“Kami ingin warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas. Karena itu, personel kami diarahkan untuk membantu semaksimal mungkin sesuai kondisi di lapangan,” jelas Kompol Ali Mahmudi.
Kompol Ali Mahmudi juga mengajak masyarakat untuk saling membantu ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.
“Semangat gotong royong sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Masyarakat dapat saling membantu dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila membutuhkan penanganan,” tuturnya.
Dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil sementara diperkirakan sekitar Rp26 juta.
“Yang terpenting tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan potensi angin kencang. Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, segera hubungi Call Center Polri 110 atau polisi terdekat,” pungkas Kompol Ali Mahmudi. ( is )






