
PATI, Kompasnewsjateng.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin membantah adanya tudingan yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan dirinya bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Dwi Risma Ardhi Chandra dalam proses revitalisasi sejumlah sekolah di Kabupaten Pati.
Ali menegaskan, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan dinilai sebagai tudingan yang tidak berdasar. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang disebarluaskan melalui media sosial tanpa mengetahui fakta dan proses yang sebenarnya.
Menurutnya, DPRD Pati memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda dengan pihak eksekutif dalam pelaksanaan program pembangunan. Pembahasan anggaran memang menjadi bagian dari tugas DPRD, namun pelaksanaan teknis kegiatan berada pada organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ali juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam proses teknis revitalisasi sekolah sebagaimana yang dituduhkan. Karena itu, ia meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk dapat menunjukkan dasar dan bukti yang jelas.
“Kalau ada tudingan seperti itu, silakan dibuktikan. Jangan sampai informasi yang tidak benar kemudian disebarkan dan menjadi fitnah,” tegas Ali.
Ia menyampaikan, setiap program pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan melalui mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan. DPRD, kata dia, menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan agar anggaran daerah dapat digunakan sesuai peruntukannya.
Ali berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Terlebih, informasi yang menyangkut pejabat publik dan kebijakan pemerintah daerah harus didasarkan pada fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia pun memastikan pihaknya bersama Pemkab Pati tetap berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Revitalisasi sekolah diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa maupun tenaga pendidik serta mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan berkualitas. (IS – Kompasnewsjateng.com)






