
PATI, Kompasnewsjateng.com – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus mantan Bupati Pati, Haryanto, menggelar kegiatan reses di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Haryanto bertemu langsung dengan para petani untuk membahas upaya meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya melalui penerapan metode tanam yang tepat.
Haryanto mengajak para petani untuk mulai mengembangkan metode tanam yang lebih efektif dan tidak hanya terpaku pada kebiasaan lama. Menurutnya, masih ada anggapan di kalangan petani bahwa jarak tanam yang lebih rapat akan menghasilkan produksi padi lebih banyak.
Padahal, menurut Haryanto, pola pikir tersebut perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan varietas tanaman dan teknik budidaya yang diterapkan. Pengembangan varietas serta metode penanaman yang sesuai dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan hasil panen.
“Petani itu kalau tanam dikira dengan jarak dekat menghasilkan produksi banyak, padahal tidak. Harusnya itu varietasnya dikembangkan. Tetapi petani itu percaya kalau jarak pendek hasilnya banyak,” ujar Haryanto.
Ia kemudian mendorong petani untuk mulai menerapkan metode tanam jajar legowo. Metode tersebut mengatur pola dan jarak tanam dengan menyisakan ruang atau lorong di antara barisan tanaman, sehingga dapat mendukung pertumbuhan padi serta memudahkan pemeliharaan tanaman.
Menurut Haryanto, penerapan metode jajar legowo berpotensi meningkatkan produktivitas padi apabila dilakukan dengan teknik budidaya yang tepat. Ia menyebut hasil produksi dapat mencapai kisaran 7–8 ton per hektare.
“Kita kembangkan metode jajar legowo. Itu bisa menghasilkan produktivitas 7–8 ton per hektare, kalau 10 belum,” ungkapnya.
Melalui pertemuan dengan para petani tersebut, Haryanto berharap praktik pertanian yang selama ini dilakukan secara turun-temurun dapat terus dikembangkan mengikuti kemajuan teknik budidaya. Dengan demikian, petani di Kabupaten Pati diharapkan memiliki peluang untuk meningkatkan hasil panen melalui pengelolaan lahan dan pola tanam yang lebih efektif. (Imam – Kompasnewajateng.com)






