Aktivis Devid Kurniawan Soroti Dugaan Gerakan Politik di Balik Aksi Aliansi Masyarakat Pati

PATI, Kompasnewsjateng.com – Devid Kurniawan,S.H menyampaikan keprihatinannya atas rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (Botok CS) yang berencana menduduki Gedung DPRD Kabupaten Pati dan mendatangi rumah-rumah anggota dewan, Rabu (22/10/2025).

Devid menduga, aksi tersebut tidak murni gerakan masyarakat, melainkan memiliki muatan politik tersembunyi yang berpotensi menggoyang stabilitas pemerintahan daerah.

“Kami mensinyalir ada gerakan politik yang tidak sehat di balik aksi ini. Diduga, gerakan ini diotaki oleh pihak-pihak yang kalah dalam kontestasi Pilkada 2024 lalu,” ujar Devid dalam keterangan persnya, Selasa (22/10/2025).

Menurutnya, dorongan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang bertujuan melengserkan Bupati Pati juga kuat diduga berasal dari kelompok yang kecewa terhadap hasil Pilkada. Ia mengimbau agar seluruh anggota DPRD tidak terpengaruh oleh tekanan politik dari pihak manapun.

“Apabila ada anggota dewan yang merasa tertekan untuk menandatangani kesanggupan kehadiran dalam Paripurna dengan dalih apapun, itu sangat disayangkan. Saya meminta agar anggota dewan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegasnya.

Devid menekankan bahwa rapat Paripurna merupakan hak dan kewajiban setiap anggota dewan, sehingga tidak boleh ada intimidasi dari kelompok manapun. Ia juga mempertanyakan sikap DPRD yang terkesan membiarkan aksi massa menduduki gedung dewan.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Apa tujuan mereka menduduki gedung DPRD sampai menginap? Kenapa DPRD tidak keberatan? Ini perlu diusut tuntas,” tandasnya.

Devid berharap pihak kepolisian bertindak tegas terhadap setiap aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan kestabilan politik di Kabupaten Pati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *