Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Satpolairud Polresta Pati Gencarkan Patroli Edukasi ke Dok Kapal Juwana

PATI – kompasnewsjateng .Com – Satpolairud Polresta Pati kembali menggelar kegiatan inovatif SI POLA CEKAL (Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal) dengan melakukan patroli sekaligus memberikan edukasi kepada para pekerja las di Dok PT Putra Barokah, Juwana, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, ini bertujuan mengantisipasi potensi kebakaran akibat pekerjaan panas (hot work) seperti pengelasan, , pengecatan, hingga pertukangan di kawasan galangan kapal.

Dalam patroli tersebut, petugas mengingatkan para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan kerja serta memastikan seluruh peralatan penanggulangan kebakaran tersedia sebelum pekerjaan dimulai. Personel Satpolairud juga memeriksa kesiapan alat pemadam api ringan (APAR), karung goni basah, serta pompa air (alkon) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi percikan api yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, petugas melaksanakan patroli keamanan di kawasan pesisir sekitar dok kapal guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Hasil pemantauan menunjukkan seluruh pekerja telah mematuhi imbauan dengan menyediakan APAR, karung goni basah, dan alkon di lokasi kerja. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan kegiatan SI POLA CEKAL merupakan langkah preventif untuk menekan risiko kebakaran kapal yang berawal dari kelalaian saat pekerjaan panas.

“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan setiap pekerjaan pengelasan dilakukan sesuai prosedur dan dilengkapi sarana pencegahan kebakaran,” ujarnya.

Menurut Kompol Hendrik, memasuki musim kemarau dengan cuaca yang cenderung panas, potensi kebakaran di kawasan galangan kapal perlu diantisipasi secara serius. Karena itu, Satpolairud Polresta Pati meningkatkan intensitas kegiatan SI POLA CEKAL sebagai upaya pencegahan.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau dengan suhu yang cukup panas. Kondisi tersebut membuat risiko kebakaran semakin tinggi, sehingga kami meningkatkan kegiatan SI POLA CEKAL untuk mencegah terjadinya kebakaran kapal maupun fasilitas di kawasan dok,” katanya.

Ia menegaskan kehadiran polisi di kawasan galangan kapal bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi agar budaya keselamatan kerja semakin meningkat.

“APAR, karung goni basah, dan alkon harus selalu tersedia di lokasi pekerjaan. Peralatan sederhana ini dapat menjadi penanganan awal apabila muncul percikan api yang berpotensi membesar,” jelasnya.

Kompol Hendrik menambahkan patroli rutin akan terus dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran kapal sekaligus menjaga keamanan wilayah pesisir Juwana. Ke depan, pihaknya juga akan meningkatkan kesiapsiagaan personel melalui pelatihan khusus.

“Setelah pelaksanaan serah terima jabatan nanti, kami akan menggelar latihan quick response, termasuk pelatihan pemadaman kebakaran bagi personel. Harapannya, apabila terjadi keadaan darurat, anggota mampu bertindak cepat, tepat, dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pekerja tetap disiplin menerapkan standar keselamatan sehingga aktivitas perbaikan maupun pembangunan kapal dapat berjalan aman.

“Kami juga mengajak pemilik dok, pekerja, dan masyarakat pesisir untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya. Apabila menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam. Petugas siap memberikan pelayanan secara cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya,” pungkasnya.

Kegiatan SI POLA CEKAL menjadi salah satu inovasi Satpolairud Polresta Pati dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan galangan kapal. Melalui patroli dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan risiko kebakaran kapal dapat ditekan sehingga aktivitas perbaikan dan pembangunan kapal di wilayah Juwana berlangsung aman, produktif, dan kondusif. ( is )

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *