Hari Keempat, Polisi Pati Kembali Sisir Laut Cari Nelayan Hilang

PatiKompasnewsjateng . Com – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Haryanto (46), nelayan asal Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati Jawa Tengah, yang hilang setelah kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan. Memasuki hari keempat, korban masih belum ditemukan.

Pencarian dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Basarnas Rembang, masyarakat nelayan dan relawan SAR pada Sabtu (19/9/2026). Penyisiran dilakukan mulai dari muara Juwana hingga perairan Juwana-Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, serta menuju wilayah perairan Margotuwu, Kecamatan Tayu.

Kegiatan pencarian dipimpin Banit Satpolairud Polresta Pati Aipda Joni Ely F, S.E. Sebanyak enam personel terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk ABK Kapal IX-1016 Ditpolairud Polda Jateng dan relawan SAR Arnavat.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan tim terus berupaya menemukan korban dengan memperluas penyisiran berdasarkan analisis kondisi arus laut. Tim juga berkoordinasi dengan Basarnas dan masyarakat nelayan yang mengetahui karakteristik perairan setempat.

“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas, masyarakat nelayan dan relawan SAR. Area penyisiran terus kami lakukan dengan memperhatikan kondisi arus dan situasi perairan,” kata Kompol Hendrik.

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu (16/9) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Haryanto bersama Moin berangkat melaut untuk menangkap ikan jenis dero. Ketika Moin menebarkan jaring, kakinya tersangkut jaring hingga terjatuh ke laut.

Haryanto kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun, keduanya terbawa arus dan tenggelam. Moin berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto hingga hari keempat pencarian masih belum ditemukan.

Dalam pencarian hari keempat, tim menyisir wilayah perairan dari muara Juwana menuju Margotuwu dengan mempertimbangkan dugaan arah arus dari timur ke barat. Namun, kondisi cuaca kembali menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi SAR.

“Keselamatan personel dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian tetap menjadi perhatian. Ketika kondisi gelombang tinggi dan angin kencang, pencarian harus dihentikan sementara untuk menghindari risiko yang lebih besar,” ujar Kompol Hendrik.

Pencarian hari keempat akhirnya dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu (20/9/2026) pagi. Kompol Hendrik mengimbau masyarakat nelayan agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan menyiapkan perlengkapan keselamatan sebelum melaut.

“Apabila masyarakat mengetahui informasi terkait keberadaan korban atau membutuhkan bantuan kepolisian dalam kondisi darurat, segera laporkan kepada petugas atau hubungi Call Center Polri 110,” pungkas Kompol Hendrik.

( is )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *