Pamit Kerja ABK di Cirebon, Pemuda Winong Kidul Pati Kini Tiada Kabar

PATI, Kompasnewsjateng.com – Rengga Wahid Ariansyah (19), warga Desa Winong Kidul, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, dilaporkan hilang kontak selama lebih dari dua bulan saat bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Tak kunjung mendapat kabar mengenai keberadaan anaknya, orangtua Rengga akhirnya meminta bantuan kepada Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Senin (12/10/2026).

Kedatangan orangtua Rengga ke markas AMPB tersebut dilakukan setelah upaya meminta bantuan kepada Kepala Desa Winong Kidul, Ujok Budianto, disebut belum membuahkan hasil. Keluarga berharap ada pihak yang dapat membantu mencari keberadaan Rengga.

Orangtua Rengga menceritakan, anaknya pergi merantau ke Cirebon untuk bekerja sebagai ABK di perusahaan pelayaran PT Usaha Laut. Namun, setelah lebih dari dua bulan, keluarga tidak lagi menerima kabar dari Rengga.Informasi mengenai hilangnya Rengga justru diperoleh orangtuanya dari teman sang anak. Berdasarkan informasi tersebut, Rengga dikabarkan hilang saat melaut menuju Papua.

“Anaknya ini kan pergi merantau ke Cirebon di pelabuhan PT Usaha Laut, berjalan dua bulan lebih tidak ada kabar. Diberitahu teman kalau anak saya hilang di laut, katanya pergi ke Papua,” ungkap orangtua Rengga.

Kondisi tersebut membuat keluarga diliputi kecemasan. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi membuat orangtua Rengga kesulitan untuk pergi langsung ke Cirebon guna mencari informasi lebih lanjut mengenai keberadaan anaknya.

“Saya bingung, uang sepeser pun tidak punya. Kemarin saya ke rumah Pak Kades, minta bantuan sosial untuk ke Cirebon, tapi tidak dikasih dan tidak ada solusi,” lanjutnya.

Karena merasa belum mendapatkan jalan keluar, orangtua Rengga kemudian mendatangi markas AMPB di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Mereka berharap organisasi tersebut dapat membantu menelusuri informasi mengenai keberadaan Rengga.

Keluarga berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak terkait agar keberadaan Rengga segera diketahui. Hingga kini, orangtuanya masih menantikan kabar mengenai kondisi anaknya yang telah lebih dari dua bulan tidak dapat dihubungi.

Pihak keluarga juga berharap perusahaan tempat Rengga bekerja dapat memberikan informasi yang jelas mengenai kronologi kejadian serta upaya pencarian yang telah dilakukan terhadap ABK berusia 19 tahun tersebut. (IS – Kompasnewsjateng.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *