PATI – Kompasnewsjateng.com – Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si., meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Petak 38 M Blok Bunder, Kawasan Hutan Perhutani RPH Sukobubuk BKPH Muria Pati, turut Dukuh Jenggolo, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”
Peresmian berlangsung mulai pukul 09.20 hingga 10.20 WIB dan dihadiri Plh. Wakapolresta Pati Kompol Anwar, para pejabat utama Polresta Pati, Kapolsek Margorejo AKP Dwi Kristiawan, unsur TNI, Pemerintah Kecamatan Margorejo, Pemerintah Desa Banyuurip, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan guru dan siswa MTs dan MA Al Huda.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Banyuurip dan Kapolresta Pati. Peresmian jembatan ditandai dengan pengguntingan pita, kemudian dilanjutkan peninjauan jembatan, foto bersama, penyerahan santunan kepada perwakilan siswa beserta guru pendamping, serta ramah tamah.
Jembatan Merah Putih Presisi dibangun selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari tahap perencanaan hingga selesai dan siap digunakan masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, mempercepat layanan kesehatan, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jembatan ini kami persembahkan untuk masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas, tetapi juga ikut menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari,” ujar Kombes Jaka.
Menurut Kombes Jaka, keberadaan jembatan tersebut akan memperlancar akses warga menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Banyuurip dan sekitarnya.
Ia menjelaskan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan melalui sinergi Polri dan TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Kombes Jaka berharap masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, pembangunan akan memberikan manfaat jangka panjang apabila seluruh elemen masyarakat ikut menjaga dan merawat aset tersebut secara bersama-sama.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas umum, serta memperkuat semangat gotong royong. Ia menegaskan, apabila masyarakat mengetahui adanya tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, bencana, maupun membutuhkan kehadiran petugas kepolisian, agar tidak ragu segera menghubungi Layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 kami wujudkan melalui kerja nyata. Kami ingin terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat. Mari kita jaga bersama keamanan lingkungan dan manfaatkan Layanan Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Kami siap hadir melayani masyarakat selama 24 jam,” pungkas Kombes Jaka. ( is )






